Mata Kuliah Kewarganegaraan Semester 1
Hakikat
PKn dalam Pengembangan Kemampuan Utuh Sarjana dan Professional
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang
mengajarkan tentang nilai suatu hak dan kewajiban untuk warga negara. Dengan
adanya pendidikan kewarganegaraan atau biasa disingkat PKN ini, rakyat maupun
pemerintah dapat menjalankan hak dan kewajibannya. PKN juga mengajarkan kita
tentang norma, cara bertata karma, cara menjadi masyarakat yang baik, dan
lainnya.
PKN
adalah pedoman kita untuk bernegara. Negara kita, negara Indonesia yang
menganut hokum. Artinya, segala aspek kehidupan dalam kemasyarakatan,
kewarganegaraan dan pemerintahan harus senantiasa berdasarkan atas hukum.
Karena itu, kita mesti tau isi dan maksud dari perundang-undangan yang telah
dibuat untuk seluruh wargan negara Indonesia.
Apa
pentingnya kita belajar PKN ini? PKN memang penting untuk seluruh masyarakat,
baik siswa, mahasiswa, para sarjana, professional, dsb. Para sarjana sangat
diharapkan oleh bangsa, untuk dapat memajukan negara. Dengan PKN ini, para
sarjana dapat memfokuskan rencana kedepannya ataupun menemukan solusi dari
permasalahan yang terjadi di Indonesia. Misalnya, penertiban kawasan rambu lalu
lintas, para sarjana diharapkan untuk mengatasi permasalahan seperti kemacetan,
dsb. Untuk professional sendiri, dengan taunya hak dan kewajibannya. Ia dapat
bergerak langsung jikalau terjadi suatu permasalahan. Misalnya, di suatu
perusahaan diberikan hak berupa gaji untuk karyawan. Mewajibkan untuk membuat
suatu laporan efektif setiap harinya. Jikalau atasan kita tidak memberikan gaji
padahal kita telah mengerjakan kewajiban. Maka kita berhak menindaklanjuti
dengan hukum.
Baik
siswa maupun professional, kita sebagai masyarakat yang baik, dapat untuk
mempelajari peraturan-peraturan yang ada untuk kepentingan pribadi dan bersama.
Sumber Historis,
Sosiologis, dan Politik tentang Pendidikan Kewarganegaraan
1. Secara historis
PKN di Indonesia
awalnya diselenggarakan oleh organisasi pergerakan yang bertujuan untuk
membangun rasa kebangsaan dan cita-cita Indonesia merdeka. Organisasi Boedi
Utomo pada tahun 1908 disepakati sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena pada
saat itulah dalam diri bangsa Indonesia mulai tumbuh kesadaran sebagai bangsa,
walaupun belum menamakan Indonesia.
2. Secara Sosiologis
PKN pada saat permulaan atau awal
kemerdekaan lebih banyak dilakukan pada tataran social kultural dan dilakukan
oleh para pemimpin negara bangsa. Dalam pidato-pidatonya, para pemimpin
mengajak seluruh rakyat untuk mencintai tanah air&bangsa Indonesia. Pidato
dan ceramah yang dilakukan oleh para pejuang, serta kiai-kiai di pondok
pesantren yang mengajak umat berjuang mempertahankan tanah air, merupakan PKN
dalam dimensi sosial kultural.
3. Secara politis
PKN
Indonesia lahir karena tuntutan konstitusi atau UUD 1945 dan sejumlah kebijakan
pemerintah yang berkuasa sesuai dengan masanya. PKN mulai dikenal dalam
pendidikan sekolah dapat digali dari dokumen kurikulum sejak tahun 1957,
sebagaimana dapat diidentifikasi dari pernyataan somantri(1972) bahwa pada masa
orde lama, mulai dikenal istilah:
1.
Kewarganegaraan (1957)
2.
Civics (1962)
3.
PKN (1968)
Pada masa awal orde lama, sekitar tahun 1957, isi mata
pelajaran PKN membahas cara pemerolehan&kehilangan kewarganegaraan. Pada
awal pemerintahan orde baru, kurikulum sekolah yang berlaku dinamakan kurikulum
1968. Dalam kurikulum tsb didalamnya tercantum mata pelajaran PKN. Pasca orde
baru sampai saat ini, nama mata pelajaran PKN mengalami perubahan. Perubahan
tersebut tidak dapat diidentifikasi dan dokumen mata pelajaran PKN (2006)
menjadi PPKN (2013). Jadi, PKN Indonesia akan terus mengalami perubahan sejalan
dengan perubahan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, terutama perubahan
konstitusi.
Penghantar Urgensi&Esensi Identitas Nasional sebagai
Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa&Karakter
Bendera
negara (Sang Merah Putih), lambang negara (Garuda Pancasila), bahasa negara
(Bahasa Indonesia), dan lagu kebangsaan (Indonesia Raya). Dengan
identitas-identitas tersebut, maka NKRI akan semakin kokoh&semakin dikenal
oleh bangsa&masyarakat dunia.
Identitas
nasional bagi bangsa Indonesia akan sangat ditentukan oleh ideology yang
dianut&norma dasar yang dijadikan pedoman untuk berperilaku. Semua
identitas ini menjadi ciri yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain.
Jati diri bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang merupakan hasil buah
pikiran&gagasan dasar bangsa Indonesia tentang kehidupan yang dianggap
baik, yang memberikan watak, corak&ciri masyarakat Indonesia. Ada sejumlah
ciri yang menjadi corak&watak bangsa yakni sifat religious, sikap
menghormati bangsa&manusia lain, persatuan, gotong royong&musyawarah,
serta ide tentang keadilan sosial. Nilai-nilai dasar itu dirumuskan sebagai
nilai-nilai pancasila sehingga pancasila dikatakan sebagai jati diri bangsa
sekaligus identitas nasional.
Dengan
saling mengenal identitas antarbangsa, maka akan tumbuh rasa saling hormat,
saling pengertian, tidak ada stratifikasi dalam kedudukan antarnegara-bangsa.
Dalam berhubungan antarnegara tercipta hubungan yang sederajat/sejajar, karena
masing-masing mengakui bahwa setiap negara berdaulat tidak boleh melampaui
kedaulatan negara lain.
Penghantar
Urgensi&Esensi Identitas Nasional sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan
Bangsa&Karakter
1.
Integrasi Politik
-
Integrasi Bangsa: Penyatuan berbagai kelompok
budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan
identitas nasional
-
Integrasi Wilayah: Masalah pembentukan wewenang
kekuasaan nasional pusat diatas unit-unit sosial yang lebih kecil yang
beranggotakan kelompok-kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
-
Intergrasi Nilai: Adanya consensus terhadap
nilai yang minimum yang diperlukan dalam memelihara tertib sosial
-
Integrasi Massa: Masalah penghubungan antara
pemerintah dengan yang diperintah (kelompok elit&massa).
-
Inetegrasi Tingkah Laku: Penciptaan tingkah laku
yang terintegrasi yang diterima demi mencapai tujuan bersama.
2.
Integrasi Ekomomi
3.
Integrasi Sosial Budaya
A. Pentingnya Integrasi Nasional
-
Menciptakan kesetiaan baru terhadap
identitas-identitas baru yang diciptakan. Contoh: Bahasa nasional, symbol
negara, semboyan nasional, ideologi nasional.
-
Tujuan negara akan tercapat
C.
Integrasi VS Disintegrasi
·
Contoh Disintegrasi:
-
Pertentangan
-
Perkelahian
-
Tawuran
-
Kerusuhan
-
Revolusi
-
Perang
·
Penyebab Disintegrasi:
-
Tidak adanya persamaan persepsi mengenai tujuan
yang semula dijadikan patokan oleh masing-masing anggota masyarakat.
-
Perilaku masyarakat cenderung melawan nilai-nilai
yang disepakati bersama.
-
Tidak adanya komitmen bersama lagi terhadap
pelaksanaan sanksi bagi mereka yang melanggar norma-norma yang ada di
masyarakat.
-
Geografis, membuat karakteristik yang
berbeda-beda.
-
Kekayaan alam: tidak meratanya pendanaan dari
pusat.
·
Penyebab Integrasi:
-
Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
-
Tuntutan kebutuhan
-
Jiwa&semangat gotong royong
-
Tuntutan perkembangan zaman
-
Persamaan visi,misi&tujuan
Alasan
Diperlukan Integerasi
-
Menghasilkan keserasian guna mempersatukan perbedaan-perbedaan
yang ada pada suatu negara
-
Menhindari pemberontakan yang akhir-akhir ini
terjadi.
-
Menjaga nasionalisme setiap WN
-
Menghindari perang saudara
-
Demi membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa
yang besar.
Sumber Historis, Sosiologis, Politik tentang Integrasi Nasional
1. Sumber Historis:
·
Masa Perintis
Masa mulai dirintisnya semangat kebangsaan melalui pembentukan
organisasi-organisasi pergerakan. Contoh: Boedi Utomo.
·
Masa Penegas
Masa mulai ditegaskannya semangat kebangsaan pada diri bangsa Indonesia
yang ditandai dengan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
·
Masa Percobaan
Organisasi pergerakan mencoba
meminta kemerdekaan dari Belanda. Namun, perjuangan menuntut Indonesia merdeka
tersebut tidak berhasil.
·
Masa Pendobrak
Indonesia telah berhasil mendobrak
belenggu penjajahan&menghasilkan kemerdekaan.
2. Sumber Politik
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan
bangsa Indonesia baik kedalam maupun keluar, bahwa bangsa ini telah merdeka,
bebas dari belenggu penjajahan, dan sederajat dengan bangsa lain di dunia.
Sumber Sosiologis
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan “Revolusi
Integratif” bangsa Indonesia, dan bangsa yang terpisah dengan beragam identitas
menuju bangsa yang satu, yakni bangsa Indonesia.
Perkembangan
Sejarah Integrasi di Indonesia
1.
Model Integrasi Imperium Majapahit
Struktur kemaharajaan yang begitu luas ini
berstruktur konsentris. Dimulai dengan konsentris pertama, yaitu wilayah inti
kerajaan. Kedua, wilayah diluar Jawa dan yang ketiga negara-negara sahabat
dimana majapahit menjalin hubungan diplomatic&hubungan dagang, antara lain
Kamboja dll.
2.
Model Integrasi Kolonial
Pemerintah colonial mampu membangun
integrasi wilayah juga dengan menguasai maritime. Akan tetapi, integrasi model
colonial ini tidak mampu menyatukan segenap keragaman bangsa Indonesia, tetapi
hanya untuk maksud menciptakan kesetiaan tunggal pada penguasa kolonial.
3.
Model Integrasi Nasional Indonesia
Integrasi model ini membentuk kesatuan yang
baru, yakni bangsa Indonesia yang merdeka, memiliki semangat kebangsaan yang
baru atau kesadaran kebangsaan yang baru. Model ini diawali denga tumbuhnya
kesadaran berbangsa, khususnya pada diri orang-orang Indonesia yang mengalami
proses pendidika sebagai dampak dari politik etis. Pemerintah kolonial Belanda.
Pengembangan
Integrasi di Indonesia
Ada 5
cara pendekatan/para pemimpin politik mengembangkan integrasi bangsa.
1.
Adanya ancaman dari luar
Contohnya: Penjajah Belanda ingin
kembali ke Indonesia, masyarakat Indonesia bersatu pada melawannya.
2.
Gaya baru kepimpinan
Pemimpin yang karismatik, dicintai
rakyatnya dan memiliki jasa-jasa besar, umumnya mampu menyatakan bangsanya yang
sebelumnya tercerai berai.
3.
Kekuatan Lembaga-Lembaga Politik
Misalnya birokrasi. Birokrasi yang
satu&padu dapat menciptakan sistem pelayanan yang sama, baik&diterima
oleh masyarakat yang beragam.
4.
Ideologi Nasional
Seperangkat nilai-nilai yang
diterima&disepakati. Dengan nilai itu, masyarakat dapat bersatu.
5.
Kesempatan Pembangunan Ekonomi
Dengan pembangunan ekonomi yang merata, maka
hubungan&integrasi antar masyarakat akan semakin mudah dicapai.
Pengembangan
Integrasi di Indonesia
1.
Dinamika
Artinya sejalan dengan zaman.
a.
Integrasi Bangsa
Contohnya: Pemerintah Indonesia berhasil secara damai mengajak GAM untuk
kembali bergabung&setia memegang teguh kedaulatan bersama NKRI.
b.
Integrasi Wilayah
Contohnya: Pemerintah Indonesia mengumumkan kedaulatan wilayah Indonesia
yaknik lebar laut territorial. Tidak ada lagi pemisah pulau, tetap menjadi
penghubung pulau-pulau di Indonesia.
c.
Integrasi Nilai
Yaitu, Pancasila.
d.
Integrasi Elit-Massa
Interaksi berupa sembako yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dll
e.
Integrasi Tingkah Laku
Dengan birokrasi&lembaga politik lainnya dapat membuat orang0orang
bekerja dengan pola yang teratur, sistematis&bertujuan.
2.
Tantangan
-
Suku, Agama, Ras& Geografis.
-
Perbedaan elit dengan massa.
Nilai dan
Norma Konstitutional UUD NKRI 1945 dan Ketentuan Konstitusionalitas Ketentuan
Perundingan dibawah UUD
Konstitusi adalah seperangkat aturan/hukum yang berisi ketentutan bagaimana pemerintah
diatur dan dijalankan. Fungsinya:
1.
Sebagai landasan konstitusionalisme
2.
Membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak
sewenang-wenang.
3.
Sebagai landasan penyelenggaraan negara.
UUD merupakan dokumen (konstitusi yang
dilakukan perubahan 4x (1999,2000,2001,2002).
UUD NRI menempati urutan tertinggi dalam
jenjang norma hukum di Indonesia. Berdasarkan ketentuan ini, secara normative,
UU isinya tidak boleh bertentangan dengan UUD.
Kewajiban&Hak
Negara dan Warga Negara
Hak adalah kuasa untuk menerima/melakukan sesuatu yang
semestinya diterima atau dilakukan melalui oleh pihak tertentu dan tidak dapat
oleh pihak lain manapun juga, yang pada prinsipnya dapat dibentuk secara paksa
olehnya. Sedangkan wajib adalah bebas untuk memberikan suatu yang semestinya
dibiarkan/diberikan melulu oleh pihak tertentu, tidak dapat oleh pihak lain
manapun, yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang
berkepentingan.
Hak&kewajiban WN Indonesia diatur dalam UUD NRI 1945
pasal 27 sampai 34.
Demokrasi
yang Bersumber dari Pancasila
Demokrasi;
bahasa yunani, yaitu demos: rakyat, cratos(craten: pemerintahan/kekuasaan.
Berarti pemerintahan rakyat/kekuasaan rakyat.
Berdasarkan
ideologinya, demokrasi pancasila adalah demokrasi yang bersadar pancasila.
Dalam arti luas, yakni kedaulatan/kekuasaan tertinggi ada pada rakyat yang
dalam penyelenggaraannya dijiwai oleh nilai-nilai pancasila. Sedangkan dalam
arti sempit, kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan.
Praktik
demokrasi pancasila berjalan sesuai dengan dinamuka perkembangan kehidupan
kenegaraan Indonesia. Sebagai pilihan akan pola kehidupan bernegara, sistem
demokrasi dianggap penting dan bisa diterima banyak negara sebagai jalan
mencapai tujuan hidup bernegara yakni kesejahteraan dan keadilan.
Konsep
dan Urgensi Demokrasi yang Bersumber dari Pancasila
Demokrasi yang asli Indonesia itu berciri-ciri:
1.
Cita-cita rapat
2.
Cita-cita massa protes
3.
Cita-cita tolong menolong
Demokrasi Indonesia yang modern adalah daulat rakyat, tidak
hanya berdaulat dalam bidang politik, tetapi juga dalam bidang
eknomi&sosial.
Sampai
saat ini, demokrasi diyakini&diterima sebagai sistem politik yang baik guna
mencapai kesejahteraan bangsa.
Komentar
Posting Komentar